C&CC UNTAG Surabaya Bekali Lulusan Agar Siap di Dunia Kerja
![]() |
| Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby |
Rabu, (13/3) Counseling and Career Center Pusat Layanan Psikologi mengadakan Pelatihan Dunia Kerja. Bertempat di Meeting Room Gedung Graha Wiyata Lantai 1, peserta adalah para alumni Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya yang baru saja diwisuda pada Sabtu, (9/3). Kepala Assessment Center-Karolin Rista, S.Psi., M.Psi., Psikolog mengaku bahwa pelatihan ini merupakan bentuk tanggung jawab universitas atas lulusan agar siap ketika melamar pekerjaan.
Sebagai upaya pengembangan hal tersbeut, C&CC bekerjasama dengan Badan Ketenagakerjaan Daerah. Tak hanya itu, Kepala PLP-Dr. Andik Matulessy, M.Si. menuturkan bahwa pihaknya juga menjalin kerjasama dengan Career Center Universitas Gadjah Mada terkait desain laman. “Kami ingin membuat laman yang compatible, artinya bisa diakses oleh lulusan atau pun perusahaan. Misal upload CV atau poster lowongan.”
Hengky Harsono Nyoto, S.Psi., M.Psi., Psikolog mengungkapkan bahwa setiap perusahaan pasti memiliki budaya yang berbeda karena berbeda lingkungan, ras, kebiasaan. Perbedaan budaya inilalh yang menurut Hengky melahirkan value yang berbeda pula sehingga membutuhkan adaptasi. “Semua hal selalu dinamis, tetapi ada beberapa value yang dipegang dan tidak berubah. Misalnya value yang paling dasar dan tidak akan pernah berubah yakni nilai kedisiplinan. Karenanya para lulusan harus resilient artinya punya daya juang dan tahan terhadap ketidakpastian, kompleksitas dan ambiguitas,” terang pria yang juga alumni Fakultas Psikologi UNTAG Surabaya ini.
Pada kesempatan yang sama Bawinda Lestari, SH., M.Si. mengisi materi tentang Grooming yang menjadi penting karena penampilan seseorang mewakili perusahaan, gambaran sosial serta meningkatkan kepercayaan diri. “Misalnya saja berhijab tentu dia seorang muslimah. Karena pentingnya grooming maka kita harus mengetahui budaya pakaian di kantor seperti apa. Memang menjadi diri sendiri itu perlu tetapi harus menjadi yang terbaik,” terang Bawinda. Dia pun memberikan materi praktis tentang cara berbicara, duduk dan berdiri.
Alexandre Bosselin, BA dari EQWIP HUBs Canada turut hadir untuk menyampaikan materi tentang Pembuatan Resume. Menurutnya Resume berbeda dengan Curriculum Vitae. “Resume dibuat dengan maksimal 2 lembar. Karena resume ini untuk melamar pekerjaan atau beasiswa. Ada 6 unsur penting dalam resume, 5 di antaranya dituangkan dalam bentuk poin yakni kontak, pendidikan, pengalaman bekerja, keahlian dan kesibukan. Adapun tujuan harus dideskripsikkan dengan jelas,” terang Alexandre. Dia menggarisbawahi bahwa hal privasi seperti usia, tempat tanggal lahir dan foto tidak perlu dicantumkan karena tidak relevan dengan keahlian. “Bisa saja mempengaruhi objektivitas atau bisa mengarah ke diskriminasi karena HRD tidak menginginkan seseorang dari suku tertentu,” tukas Alexandre. (um/aep)
| www.untag-sby.ac.id |

Komentar
Posting Komentar