Dosen Harus Mempersiapkan Input, Proses dan Output Sebaik-baiknya

 

Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby
 
Dalam usaha peningkatan mutu proses pembelajaran, dosen sebagai tenaga pendidik diharapkan mampu mempersiapkan proses pembelajaran dengan baik. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Nur Fadjrih Asyik, SE., M.Si., Ak., CA dalam Pelatihan Applied Approach (AA) Tahun 2019, Rabu (27/2). Persiapan proses pembelajaran yang baik, lanjutnya, dimulai sejak mempersiapkan perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi.

“Dalam perencanaan, berarti harus ada ketersediaan beberapa perangkat pembelajaran sebelum kuliah dimulai,” terangnya. Rancangan Pembelajaran Semester (RPS), Rancangan Program Pembelajaran (RPP) hingga Kontrak Perkuliahan merupakan perangkat yang harus diisi oleh dosen dalam tahap proses perencanaan. Hal ini berisi tuntutan dosen dalam perkuliahan hingga kemampuan apa yang dibutuhkan oleh dosen dalam penyampaian mata perkuliahan. “Sementara untuk pelaksanaan, dosen harus mengisi sesuai dengan RPP yang sudah dicanangkan,” lanjutnya.

Sedangkan untuk evaluasi, Dr. Nur Fadjrih menyebutkan 3 hal yang kemudian harus direview: input, proses, dan output. “Dalam input, kita lihat dari kesiapan mahasiswa, kesiapan dosen, kesiapan sarana prasana hingga kurikulum yang disiapkan,” urainya. Untuk kesiapan mahasiswa sendiri bisa dianalisa menggunakan entry behaviour dimana dosen mengidentifikasi kemampuan dan pemahaman mahasiswa. “Tugas dosen menyusun input, menggali informasi yang harus disiapkan, mendiskusikan indikator input yang komprehensif,” tambahnya.

Untuk proses, lanjut Dr. Nur Fadjrih, diperhatikan kembali apakah dosen menggunakan dan memberikan mata perkuliahan sesuai dengan RPS. “Apabila mahasiswa sudah diberikan sesuai kontrak perkuliahan, juga dilengkapi dengan sarana dan buku referensi yang memadai, harapannya dalam mencerna perkuliahan itu bagus, sehingga tingkat kesiapan dalam mengikuti ujian itu memiliki kemampuan yang baik,” ujarnya. Dari persiapan input dan proses yang baik tersebut diharapkan mampu menghasilkan output berupa peningkatan kompetensi mahasiswa.

Dr. Nur Fadjrih berpesan, kedepan dosen mampu memposisikan diri sebagai tenaga pendidik bukan tenaga pengajar sehingga output yang dihasilkan nantinya akan jauh lebih baik. “Kalau hanya sebagai tenaga pengajar, ya hanya mengajar saja. Kalau sebagai tenaga pendidik, nanti cari tahu bagaimana kita bisa mendampingi mahasiswa dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari tidak sadar menjadi sadar. Dan hal tersebut dimulai dengan mempersiapkan sebaik-baiknya perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi. Kemudian juga mempersiapkan dengan baik input, proses dan output yang kemudian menghasilkan kompetensi mahasiswa yang berkualitas,” tutupnya. (ua/aep)

www.untag-sby.ac.id 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Direktorat Sistem Informasi Lakukan Audit ISO 27001 : 2013

Politag Surabaya Resmi Bergabung dengan UNTAG Surabaya Sebagai Fakultas Vokasi